Senin, 01 Juli 2013

KIsah Cntaku

Dahulu kala ada seorg petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik dan gagah.

Suatu hari seorg saudagar kaya ingin membeli kuda tsb & menawarkan harga yg sangat tinggi. Sayang si petani tdk menjualnya. Teman2nya menyayangkan & mengejek dia krn tak mau menjual kuda tsb.

Keesokan harinya kuda itu hilang dari kandangnya. Teman2nya berkata: "sungguh jelek nasibmu, pdhal kalau kemarin dijual kamu jadi kaya, kini kudamu hilang." Sipetani diam saja.

Beberapa hari kemudia kudanya kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman2nya berkata:"Wah, beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan." Sipetani hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian anak si petani yg sedang melatih kuda2 baru terjatuh dan kakinya patah. Teman2 nya kembali dan berkata:"Rupanya kuda2 itu membawa sial, lihat sekarg anakmu patah kakinya." Dan sipetani tetap diam tanpa komentar.

Seminggu kemudian terjadi perang diwilayah itun semua anak muda di desa dipaksa utk berperang kecuali anak sipetani karena kakinya patah. Teman2nya mendatanginya sambil menangis;"beruntung sekali nasibmu anakmu tdk ikut berperang, kami harus kehilangan anak2 kami."

Sipetani lalu berkomentar:"Jgnlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek. Semuanya adalah suatu proses. Syukur & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik utk esok hari. Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk utk esok hari.

Tetapi yg pasti Allah paling tahu yg terbaik buat kita. Bagian kt adalah : "Mengucap syukur dlm segala hal, sebab itulah yg dikehendaki Allah dlm hidup kita.
- See more at: http://seperciktinta.blogspot.com/2013/02/cerita-hikmah-tentang-syukur.html#sthash.4mBodKoL.dpuf
Pada hari dimana saya memulai aktifitas setelah libur panjang yang mengenakkan, ditambah masa Praktek kerja lapangan saya yang telah usai, mengingat saya pada waktu itu adalah dalam masa membuat laporan Praktek Kerja Lapangan. Seuasai mengambil beberapa data yang dibutuhkan saya kembali dari Lokasi PKL sekitar pukul 04.00, dan saya dan Dosen Pembimbing saya sudah janjian untuk pengajuan judul terhadap Laporan saya adalah sebelum jam 05.-00. Memang sangat mepet sekali waktu dan kallo orang jawa bilang pada waktu itu saya memang agak tergesa-gesa, singkat cerita ketika saya sampai rumah,langsung mandi dan rutinitas yang tak bisa saya tinggalkan adalah memberi makan ayam ternak saya yang baru berumur sebulan. Setelah memasukan berkas=berkas ke dalam tas, tak lupa saya semprotkan parfu pada baju kotak-kotakku dan kini siap untuk bimbingan untuk pertama kalinya yaitu pengajuan judul.
            Motor telah siap kawan, dan saya geber dengan tergesa-gesa dan akhirnya jarak 10 meter .....
(*%$$#&()&&*^%%$#$T(TT()Y)%$$@@)_)))))))))))))))))^^^^^^^^^^^^.............)
Saya tidak mengingat apa-apa lagi, terakhir yang saya rasakan adalah susah banget bernafas, dengan bantuan tabung oksigen di hidungngku, badanku terasa habis digebuki preman pemirsa, sakit, sakit banget terutama bagian pinggang, kepala pusing 1001 keliling kali ya kalo dihitung (kurang kerjaan amat ngitung kelieling ) , karena terasa tidak enak, terasa tidak nyaman saya pejamkan mata lagi dan berharap ini adalah mimpi buruk yang  akan segera terselesaiakan,
            Setelah sekian lama saya coba untuk memejamkan mata, lama kelamaan indra pendengaran saya normal kembali dan saya mendengar dengan samar samar mengintrograsi saya, menyakan alamat, nama, dan juga usia, karena saya masing pusing saya pun menjawab dengan tidak suka, setelah sekian lama akhirnya saya kini telah mulai membuka mata, dan inilah pertama kalinya saya sadari kawan bahwa saya sekarang tidaklah sedang mimpi, sekarang saya adalah dalam dunia nyata, dan ingatakanku berangsur angsur normal tapi saya tidak bisa mengingat kejadian pada hari itu,
            Yah ini adalah pertaama kalinya saya merasakan oksigen berbayar, perta
A kalinya tubuh saya dimasuki cairan yang menjijikkan bagi saya, yaitu infus, untuk pertama kalinya saya terbaring dirumah sakit, dan perlahan saya liat sekeliling saya, udah ramai orang orang lalu lalang, dan orang yang merawatku kebetulan adalah kakak angkatankuliah saya, dan karena kebingungan saya, saya bertanya saya kenapa, ada dimana, dan dengan wajah santai mba... bilang kalo saya kecelkaan, di bulak tunggoro, jalan kemiri-kutoarjo km 3. Saya pada waktu itu berusaha untuk mengingat apa yang sedang terjadi tapi apalah daya kawan, seakan memori saya dihapus oleh yang maha kuasa. Pada waktu itu saya mendengar sayup-sayup suara adzan isya dan itu sangat membantu saya untuk sedikit lebih rileks dan yang kurasakan pada waktu itu adalah seperti bangun tidur tak banyak yang aku ingat.
            Setelah sekian lama saya ingin tahu orang-orang yang berada di sekeliling saya, yah kutolehkan mata sayuku kekanan dan disana sudah berdiri seorang perempuan setengah 40 tahun dengan baju coklat, ya itu ada ibu saya kawan, kupandanginya perlahan dan aku menemukan uraian air mata yang mungkin tak bisa beliau bendung, dan lagi –lagi pusing yang kurasakan dan akhirnya saya pejamkan mata, ibu saya tanya kepada saya bahwa saya kecelakaan dan saya hanya menganggukkan kepala,
            Setelalah perawatan selesai dengan tangan luka karena tergores aspal dan kaki saya di gips pake kayu nyampe paha dan saya masih merasakan bahwa dari telinga saya masih mengeluatkan darah, dengan infus yang merobek jaringan kulitku menusuk urat nadiku, dan dengan tabung oksigen yang masih setia menjadi alat bantu pernapasanku. Dan kini ku dibawa ke bangsal pasien dan disinal untuk pertam kalinya saya menjadi pasien dan kebetulan saya dirawat di kelas II dan itu artinya 1 ruangan terdapat dua pasien, yaitu saya dan sebelah saya yang seorang kakek yang sedang sakaratotul  maut. Pemandangan yang tidak mengenakkan tentunya kerena dan sekaligus sedikit mampu untuk hatiku menguvap syukut atas nikmat dan karunia Allah karena dalam musibah kecelekaan ini saya masih diberikan kesempatan untuk menghirup jatah oksigen di dunia dan yang paling penting adalah untuk mem
- See more at: http://seperciktinta.blogspot.com/2013/02/kronologi-kecelakaanku.html#sthash.qLMGdqiA.dpuf


Kumpulan Cerita Lucu Terbaru

Ayah Saya Lebih Hebat
Suatu ketika ada Dua anak sedang berdebat tentang kehebatan ayah mereka masing-masing.

Anak A : " Ayahku lebih hebat daripada ayahmu !"

Anak B : "Oke. Tapi ibuku lebih hebat daripada ibumu !"

Anak A terdiam sejenak. Lalu menjawab, "Kamu benar. Ayah saya juga mengatakan demikian".

Cerita Lucu Nama Ambil Dari Al-quran
Doni dan Tono adalah sahabat sejati, keduanya baru saja di karuniai seorang anak. dan pada suatu saat meraka bertemu terjadilah percakapan berikut.

Doni : No, anak lo namanya siapa?
Tono : Azis, ambil dari Al-quran tuh
Doni : anak gue namanya juga ambil dari Al-quran
Tono : siapa?
Doni : Saitonirojim
#tibatibahening

Demo Di Istana presiden
- jam 10.00: penutupan jalan
- jam 10.30: kata sambutan
- jam 10.45: pembukaan acara
- jam 11.00: pembacaan orasi
- jam 12.00: istirahat (makan siang, sholat)
- jam 13.00: pembacaan orasi 2
- jam 15.30: coffee break
- jam 16.00: dorong-mendorong dan bakar ban
- jam 17.00: ramah tamah dan tanya jawab
- jam 17.30: pembagian door prize. – jam 18.00: penutupan dan foto bersama

Cerita Lucu Sariawan
Setelah Jalan jalan, Udin, memasuki pelataran sebuah rumah makan. Dia kelaparan. Dilihatnya masih ada satu tempat yang kosong, langsung dia menghampiri pelayan untuk memesan makanan. Beberapa menit kemudian pesanan pun datang dan tanpa menunggu lama dia langsung menyantap hidangan. Lagi asyiknya makan, datanglah seorang cewek cantik. Wajahnya oriental, Pakai celana pendek. Karena semua tempat penuh, cewek itu lalu bergabung semeja dengan Udin. Jadi, satu meja dua tempat duduk. Udin terpana melihat kecantikan cewek itu, sampai-sampai dia menunda santapannya. Entah kenapa, tiba-tiba Udin tersadar dan dengan reflek dia menutup mulutnya pakai kedua belah tangannya. Si cewek yang melihat tingkah aneh Udin lantas bertanya,
Ce : "Mas, kenapa nggak makan. Panas dalam ya?".
Udin : (Geleng-geleng kepala).
Ce : "Susah buang air ya?".
Udin : (Tetap geleng-geleng kepala).
Ce : "Mas pasti sariawan. Bibirnya pecah-pecah ya?".
Udin : (Sambil membuka kedua belah tangannnya dari mulutnya), ”Iya, pecahnya besar sekali".
Rupanya bibir Udin sumbing.

Cerita lucu Kaki Kambing
Dalam sebuah pelajaran matematika, Ibu guru bertanya kepada murid.

Ibu Guru : Kaki ayam ada berapa, Bonar ?
Bonar : Dua bu
Ibu Guru : Bagus, sekarang jojon, kaki kambing ada berapa ?
Jojon : Delapan Ibu Guru
Ibu Guru : Bagaimana bisa begitu ?
Jojon : Coba hitung, 2 kaki depan, 2 kaki belakang, 2
kaki kiri dan 2 kaki kanan. Kan 2+2+2+2=8
Ibu Guru : Jojon, sungguh pintar kau seperti pejabat saja.

Pasien Rsj Beli Makanan
Seorang pasien Pasien RS Jiwa membeli makanan di KFC. Dia pun berkata kepada pelayan yang cantik.

Pembeli: Mbak, nasi ayam 1 porsi dibungkus ya...
Pelayan: Iya Mas...
Pembeli: Tapi tolong nasi dan ayamnya dipisah ya Mbak..
Pelayan: Kenapa Mas...?
Pembeli: Takut nasinya dimakan ayam...
Pelayan: !@#$^&*()_+

Cerita Humor - Kriteria Istri Idaman
1. Seorang isteri yang cantik, pandai bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah hal yang penting.

2. Seorang isteri yang periang, bertenaga, dapat membuat kita tertawa dan menghibur dikala duka juga penting.

3. Seorang isteri yang memahami, soleh, jujur, taat beribadah dan dapat dipercaya sangat penting.

4. Seorang isteri yang dapat memahami dan memuaskan anda secara lahir batin dan di tempat tidur juga sangatlah penting.

5. Tapi yang paling penting adalah ke empat-empat istri tersebut di atas tidak saling mengenal satu sama lain...hehehe

Cerita humor lucu - Beda Keyakinan
Budi, seorang pemuda yang setelah sekian lama hidup sendiri menemukan Lina kekasih pujaan hatinya, tapi pernikahan mereka tidak berlangsung lama karena perbedaan keyakinan. Amir yang merupakan sahabat Budi mempertanyakan perihal penyebab perpisahan mereka.

Amir: “Kenapa sob sampai kalian bercerai, apa masalahnya?”
Budi: “Kita berbeda keyakinan mir, aku ngga tahan lagi.”
Amir: “Bukannya kalian seagama?”
Budi: “Memang sob…”
Amir: “Lantas kenapa sampai bercerai karena perbedaan keyakinan?!”
Budi: “Selama ini aku selalu yakin bahwa aku ini ganteng, tapi Lina tidak bisa menerima keyakinanku itu dan selalu mempermasalahkannya.”
Amir: "…"

Saat Ditilang Polisi
Sedang enak-enak naik motor Dudung diberhentikan oleh Polisi.
Polisi : "Bisa lihat SIM-nya"
Dudung : "Ini pak!"
Polisi : "Koq fotonya ga sama dengan muka kamu"
Dudung : "Iya pak itu saya pinjem punya temen saya"
Polisi : "Kenapa kamu memakai SIM orang lain, Kamu telah melanggar lalu lintas!!!"
Dudung : "Lho, kenapa bapak marah-marah? wong temen saya yang saya pinjam SIM-nya aja gak marah koq!"
Polisi : "@#$!%!$@%" 

Sekian kumpulan cerita lucu kali ini, Se
Pada hari dimana saya memulai aktifitas setelah libur panjang yang mengenakkan, ditambah masa Praktek kerja lapangan saya yang telah usai, mengingat saya pada waktu itu adalah dalam masa membuat laporan Praktek Kerja Lapangan. Seuasai mengambil beberapa data yang dibutuhkan saya kembali dari Lokasi PKL sekitar pukul 04.00, dan saya dan Dosen Pembimbing saya sudah janjian untuk pengajuan judul terhadap Laporan saya adalah sebelum jam 05.-00. Memang sangat mepet sekali waktu dan kallo orang jawa bilang pada waktu itu saya memang agak tergesa-gesa, singkat cerita ketika saya sampai rumah,langsung mandi dan rutinitas yang tak bisa saya tinggalkan adalah memberi makan ayam ternak saya yang baru berumur sebulan. Setelah memasukan berkas=berkas ke dalam tas, tak lupa saya semprotkan parfu pada baju kotak-kotakku dan kini siap untuk bimbingan untuk pertama kalinya yaitu pengajuan judul.
            Motor telah siap kawan, dan saya geber dengan tergesa-gesa dan akhirnya jarak 10 meter .....
(*%$$#&()&&*^%%$#$T(TT()Y)%$$@@)_)))))))))))))))))^^^^^^^^^^^^.............)
Saya tidak mengingat apa-apa lagi, terakhir yang saya rasakan adalah susah banget bernafas, dengan bantuan tabung oksigen di hidungngku, badanku terasa habis digebuki preman pemirsa, sakit, sakit banget terutama bagian pinggang, kepala pusing 1001 keliling kali ya kalo dihitung (kurang kerjaan amat ngitung kelieling ) , karena terasa tidak enak, terasa tidak nyaman saya pejamkan mata lagi dan berharap ini adalah mimpi buruk yang  akan segera terselesaiakan,
            Setelah sekian lama saya coba untuk memejamkan mata, lama kelamaan indra pendengaran saya normal kembali dan saya mendengar dengan samar samar mengintrograsi saya, menyakan alamat, nama, dan juga usia, karena saya masing pusing saya pun menjawab dengan tidak suka, setelah sekian lama akhirnya saya kini telah mulai membuka mata, dan inilah pertama kalinya saya sadari kawan bahwa saya sekarang tidaklah sedang mimpi, sekarang saya adalah dalam dunia nyata, dan ingatakanku berangsur angsur normal tapi saya tidak bisa mengingat kejadian pada hari itu,
            Yah ini adalah pertaama kalinya saya merasakan oksigen berbayar, perta
A kalinya tubuh saya dimasuki cairan yang menjijikkan bagi saya, yaitu infus, untuk pertama kalinya saya terbaring dirumah sakit, dan perlahan saya liat sekeliling saya, udah ramai orang orang lalu lalang, dan orang yang merawatku kebetulan adalah kakak angkatankuliah saya, dan karena kebingungan saya, saya bertanya saya kenapa, ada dimana, dan dengan wajah santai mba... bilang kalo saya kecelkaan, di bulak tunggoro, jalan kemiri-kutoarjo km 3. Saya pada waktu itu berusaha untuk mengingat apa yang sedang terjadi tapi apalah daya kawan, seakan memori saya dihapus oleh yang maha kuasa. Pada waktu itu saya mendengar sayup-sayup suara adzan isya dan itu sangat membantu saya untuk sedikit lebih rileks dan yang kurasakan pada waktu itu adalah seperti bangun tidur tak banyak yang aku ingat.
            Setelah sekian lama saya ingin tahu orang-orang yang berada di sekeliling saya, yah kutolehkan mata sayuku kekanan dan disana sudah berdiri seorang perempuan setengah 40 tahun dengan baju coklat, ya itu ada ibu saya kawan, kupandanginya perlahan dan aku menemukan uraian air mata yang mungkin tak bisa beliau bendung, dan lagi –lagi pusing yang kurasakan dan akhirnya saya pejamkan mata, ibu saya tanya kepada saya bahwa saya kecelakaan dan saya hanya menganggukkan kepala,
            Setelalah perawatan selesai dengan tangan luka karena tergores aspal dan kaki saya di gips pake kayu nyampe paha dan saya masih merasakan bahwa dari telinga saya masih mengeluatkan darah, dengan infus yang merobek jaringan kulitku menusuk urat nadiku, dan dengan tabung oksigen yang masih setia menjadi alat bantu pernapasanku. Dan kini ku dibawa ke bangsal pasien dan disinal untuk pertam kalinya saya menjadi pasien dan kebetulan saya dirawat di kelas II dan itu artinya 1 ruangan terdapat dua pasien, yaitu saya dan sebelah saya yang seorang kakek yang sedang sakaratotul  maut. Pemandangan yang tidak mengenakkan tentunya kerena dan sekaligus sedikit mampu untuk hatiku menguvap syukut atas nikmat dan karunia Allah karena dalam musibah kecelekaan ini saya masih diberikan kesempatan untuk menghirup jatah oksigen di dunia dan yang paling penting adalah untuk mem
- See more at: http://seperciktinta.blogspot.com/2013/02/kronologi-kecelakaanku.html#sthash.qLMGdqiA.dpuf
Pada hari dimana saya memulai aktifitas setelah libur panjang yang mengenakkan, ditambah masa Praktek kerja lapangan saya yang telah usai, mengingat saya pada waktu itu adalah dalam masa membuat laporan Praktek Kerja Lapangan. Seuasai mengambil beberapa data yang dibutuhkan saya kembali dari Lokasi PKL sekitar pukul 04.00, dan saya dan Dosen Pembimbing saya sudah janjian untuk pengajuan judul terhadap Laporan saya adalah sebelum jam 05.-00. Memang sangat mepet sekali waktu dan kallo orang jawa bilang pada waktu itu saya memang agak tergesa-gesa, singkat cerita ketika saya sampai rumah,langsung mandi dan rutinitas yang tak bisa saya tinggalkan adalah memberi makan ayam ternak saya yang baru berumur sebulan. Setelah memasukan berkas=berkas ke dalam tas, tak lupa saya semprotkan parfu pada baju kotak-kotakku dan kini siap untuk bimbingan untuk pertama kalinya yaitu pengajuan judul.
            Motor telah siap kawan, dan saya geber dengan tergesa-gesa dan akhirnya jarak 10 meter .....
(*%$$#&()&&*^%%$#$T(TT()Y)%$$@@)_)))))))))))))))))^^^^^^^^^^^^.............)
Saya tidak mengingat apa-apa lagi, terakhir yang saya rasakan adalah susah banget bernafas, dengan bantuan tabung oksigen di hidungngku, badanku terasa habis digebuki preman pemirsa, sakit, sakit banget terutama bagian pinggang, kepala pusing 1001 keliling kali ya kalo dihitung (kurang kerjaan amat ngitung kelieling ) , karena terasa tidak enak, terasa tidak nyaman saya pejamkan mata lagi dan berharap ini adalah mimpi buruk yang  akan segera terselesaiakan,
            Setelah sekian lama saya coba untuk memejamkan mata, lama kelamaan indra pendengaran saya normal kembali dan saya mendengar dengan samar samar mengintrograsi saya, menyakan alamat, nama, dan juga usia, karena saya masing pusing saya pun menjawab dengan tidak suka, setelah sekian lama akhirnya saya kini telah mulai membuka mata, dan inilah pertama kalinya saya sadari kawan bahwa saya sekarang tidaklah sedang mimpi, sekarang saya adalah dalam dunia nyata, dan ingatakanku berangsur angsur normal tapi saya tidak bisa mengingat kejadian pada hari itu,
            Yah ini adalah pertaama kalinya saya merasakan oksigen berbayar, perta
A kalinya tubuh saya dimasuki cairan yang menjijikkan bagi saya, yaitu infus, untuk pertama kalinya saya terbaring dirumah sakit, dan perlahan saya liat sekeliling saya, udah ramai orang orang lalu lalang, dan orang yang merawatku kebetulan adalah kakak angkatankuliah saya, dan karena kebingungan saya, saya bertanya saya kenapa, ada dimana, dan dengan wajah santai mba... bilang kalo saya kecelkaan, di bulak tunggoro, jalan kemiri-kutoarjo km 3. Saya pada waktu itu berusaha untuk mengingat apa yang sedang terjadi tapi apalah daya kawan, seakan memori saya dihapus oleh yang maha kuasa. Pada waktu itu saya mendengar sayup-sayup suara adzan isya dan itu sangat membantu saya untuk sedikit lebih rileks dan yang kurasakan pada waktu itu adalah seperti bangun tidur tak banyak yang aku ingat.
            Setelah sekian lama saya ingin tahu orang-orang yang berada di sekeliling saya, yah kutolehkan mata sayuku kekanan dan disana sudah berdiri seorang perempuan setengah 40 tahun dengan baju coklat, ya itu ada ibu saya kawan, kupandanginya perlahan dan aku menemukan uraian air mata yang mungkin tak bisa beliau bendung, dan lagi –lagi pusing yang kurasakan dan akhirnya saya pejamkan mata, ibu saya tanya kepada saya bahwa saya kecelakaan dan saya hanya menganggukkan kepala,
            Setelalah perawatan selesai dengan tangan luka karena tergores aspal dan kaki saya di gips pake kayu nyampe paha dan saya masih merasakan bahwa dari telinga saya masih mengeluatkan darah, dengan infus yang merobek jaringan kulitku menusuk urat nadiku, dan dengan tabung oksigen yang masih setia menjadi alat bantu pernapasanku. Dan kini ku dibawa ke bangsal pasien dan disinal untuk pertam kalinya saya menjadi pasien dan kebetulan saya dirawat di kelas II dan itu artinya 1 ruangan terdapat dua pasien, yaitu saya dan sebelah saya yang seorang kakek yang sedang sakaratotul  maut. Pemandangan yang tidak mengenakkan tentunya kerena dan sekaligus sedikit mampu untuk hatiku menguvap syukut atas nikmat dan karunia Allah karena dalam musibah kecelekaan ini saya masih diberikan kesempatan untuk menghirup jatah oksigen di dunia dan yang paling penting adalah untuk mem
- See more at: http://seperciktinta.blogspot.com/2013/02/kronologi-kecelakaanku.html#sthash.qLMGdqiA.dpuf
Pada hari dimana saya memulai aktifitas setelah libur panjang yang mengenakkan, ditambah masa Praktek kerja lapangan saya yang telah usai, mengingat saya pada waktu itu adalah dalam masa membuat laporan Praktek Kerja Lapangan. Seuasai mengambil beberapa data yang dibutuhkan saya kembali dari Lokasi PKL sekitar pukul 04.00, dan saya dan Dosen Pembimbing saya sudah janjian untuk pengajuan judul terhadap Laporan saya adalah sebelum jam 05.-00. Memang sangat mepet sekali waktu dan kallo orang jawa bilang pada waktu itu saya memang agak tergesa-gesa, singkat cerita ketika saya sampai rumah,langsung mandi dan rutinitas yang tak bisa saya tinggalkan adalah memberi makan ayam ternak saya yang baru berumur sebulan. Setelah memasukan berkas=berkas ke dalam tas, tak lupa saya semprotkan parfu pada baju kotak-kotakku dan kini siap untuk bimbingan untuk pertama kalinya yaitu pengajuan judul.
            Motor telah siap kawan, dan saya geber dengan tergesa-gesa dan akhirnya jarak 10 meter .....
(*%$$#&()&&*^%%$#$T(TT()Y)%$$@@)_)))))))))))))))))^^^^^^^^^^^^.............)
Saya tidak mengingat apa-apa lagi, terakhir yang saya rasakan adalah susah banget bernafas, dengan bantuan tabung oksigen di hidungngku, badanku terasa habis digebuki preman pemirsa, sakit, sakit banget terutama bagian pinggang, kepala pusing 1001 keliling kali ya kalo dihitung (kurang kerjaan amat ngitung kelieling ) , karena terasa tidak enak, terasa tidak nyaman saya pejamkan mata lagi dan berharap ini adalah mimpi buruk yang  akan segera terselesaiakan,
            Setelah sekian lama saya coba untuk memejamkan mata, lama kelamaan indra pendengaran saya normal kembali dan saya mendengar dengan samar samar mengintrograsi saya, menyakan alamat, nama, dan juga usia, karena saya masing pusing saya pun menjawab dengan tidak suka, setelah sekian lama akhirnya saya kini telah mulai membuka mata, dan inilah pertama kalinya saya sadari kawan bahwa saya sekarang tidaklah sedang mimpi, sekarang saya adalah dalam dunia nyata, dan ingatakanku berangsur angsur normal tapi saya tidak bisa mengingat kejadian pada hari itu,
            Yah ini adalah pertaama kalinya saya merasakan oksigen berbayar, perta
A kalinya tubuh saya dimasuki cairan yang menjijikkan bagi saya, yaitu infus, untuk pertama kalinya saya terbaring dirumah sakit, dan perlahan saya liat sekeliling saya, udah ramai orang orang lalu lalang, dan orang yang merawatku kebetulan adalah kakak angkatankuliah saya, dan karena kebingungan saya, saya bertanya saya kenapa, ada dimana, dan dengan wajah santai mba... bilang kalo saya kecelkaan, di bulak tunggoro, jalan kemiri-kutoarjo km 3. Saya pada waktu itu berusaha untuk mengingat apa yang sedang terjadi tapi apalah daya kawan, seakan memori saya dihapus oleh yang maha kuasa. Pada waktu itu saya mendengar sayup-sayup suara adzan isya dan itu sangat membantu saya untuk sedikit lebih rileks dan yang kurasakan pada waktu itu adalah seperti bangun tidur tak banyak yang aku ingat.
            Setelah sekian lama saya ingin tahu orang-orang yang berada di sekeliling saya, yah kutolehkan mata sayuku kekanan dan disana sudah berdiri seorang perempuan setengah 40 tahun dengan baju coklat, ya itu ada ibu saya kawan, kupandanginya perlahan dan aku menemukan uraian air mata yang mungkin tak bisa beliau bendung, dan lagi –lagi pusing yang kurasakan dan akhirnya saya pejamkan mata, ibu saya tanya kepada saya bahwa saya kecelakaan dan saya hanya menganggukkan kepala,
            Setelalah perawatan selesai dengan tangan luka karena tergores aspal dan kaki saya di gips pake kayu nyampe paha dan saya masih merasakan bahwa dari telinga saya masih mengeluatkan darah, dengan infus yang merobek jaringan kulitku menusuk urat nadiku, dan dengan tabung oksigen yang masih setia menjadi alat bantu pernapasanku. Dan kini ku dibawa ke bangsal pasien dan disinal untuk pertam kalinya saya menjadi pasien dan kebetulan saya dirawat di kelas II dan itu artinya 1 ruangan terdapat dua pasien, yaitu saya dan sebelah saya yang seorang kakek yang sedang sakaratotul  maut. Pemandangan yang tidak mengenakkan tentunya kerena dan sekaligus sedikit mampu untuk hatiku menguvap syukut atas nikmat dan karunia Allah karena dalam musibah kecelekaan ini saya masih diberikan kesempatan untuk menghirup jatah oksigen di dunia dan yang paling penting adalah untuk mem
- See more at: http://seperciktinta.blogspot.com/2013/02/kronologi-kecelakaanku.html#sthash.qLMGdqiA.dpuf
Pada hari dimana saya memulai aktifitas setelah libur panjang yang mengenakkan, ditambah masa Praktek kerja lapangan saya yang telah usai, mengingat saya pada waktu itu adalah dalam masa membuat laporan Praktek Kerja Lapangan. Seuasai mengambil beberapa data yang dibutuhkan saya kembali dari Lokasi PKL sekitar pukul 04.00, dan saya dan Dosen Pembimbing saya sudah janjian untuk pengajuan judul terhadap Laporan saya adalah sebelum jam 05.-00. Memang sangat mepet sekali waktu dan kallo orang jawa bilang pada waktu itu saya memang agak tergesa-gesa, singkat cerita ketika saya sampai rumah,langsung mandi dan rutinitas yang tak bisa saya tinggalkan adalah memberi makan ayam ternak saya yang baru berumur sebulan. Setelah memasukan berkas=berkas ke dalam tas, tak lupa saya semprotkan parfu pada baju kotak-kotakku dan kini siap untuk bimbingan untuk pertama kalinya yaitu pengajuan judul.
            Motor telah siap kawan, dan saya geber dengan tergesa-gesa dan akhirnya jarak 10 meter .....
(*%$$#&()&&*^%%$#$T(TT()Y)%$$@@)_)))))))))))))))))^^^^^^^^^^^^.............)
Saya tidak mengingat apa-apa lagi, terakhir yang saya rasakan adalah susah banget bernafas, dengan bantuan tabung oksigen di hidungngku, badanku terasa habis digebuki preman pemirsa, sakit, sakit banget terutama bagian pinggang, kepala pusing 1001 keliling kali ya kalo dihitung (kurang kerjaan amat ngitung kelieling ) , karena terasa tidak enak, terasa tidak nyaman saya pejamkan mata lagi dan berharap ini adalah mimpi buruk yang  akan segera terselesaiakan,
            Setelah sekian lama saya coba untuk memejamkan mata, lama kelamaan indra pendengaran saya normal kembali dan saya mendengar dengan samar samar mengintrograsi saya, menyakan alamat, nama, dan juga usia, karena saya masing pusing saya pun menjawab dengan tidak suka, setelah sekian lama akhirnya saya kini telah mulai membuka mata, dan inilah pertama kalinya saya sadari kawan bahwa saya sekarang tidaklah sedang mimpi, sekarang saya adalah dalam dunia nyata, dan ingatakanku berangsur angsur normal tapi saya tidak bisa mengingat kejadian pada hari itu,
            Yah ini adalah pertaama kalinya saya merasakan oksigen berbayar, perta
A kalinya tubuh saya dimasuki cairan yang menjijikkan bagi saya, yaitu infus, untuk pertama kalinya saya terbaring dirumah sakit, dan perlahan saya liat sekeliling saya, udah ramai orang orang lalu lalang, dan orang yang merawatku kebetulan adalah kakak angkatankuliah saya, dan karena kebingungan saya, saya bertanya saya kenapa, ada dimana, dan dengan wajah santai mba... bilang kalo saya kecelkaan, di bulak tunggoro, jalan kemiri-kutoarjo km 3. Saya pada waktu itu berusaha untuk mengingat apa yang sedang terjadi tapi apalah daya kawan, seakan memori saya dihapus oleh yang maha kuasa. Pada waktu itu saya mendengar sayup-sayup suara adzan isya dan itu sangat membantu saya untuk sedikit lebih rileks dan yang kurasakan pada waktu itu adalah seperti bangun tidur tak banyak yang aku ingat.
            Setelah sekian lama saya ingin tahu orang-orang yang berada di sekeliling saya, yah kutolehkan mata sayuku kekanan dan disana sudah berdiri seorang perempuan setengah 40 tahun dengan baju coklat, ya itu ada ibu saya kawan, kupandanginya perlahan dan aku menemukan uraian air mata yang mungkin tak bisa beliau bendung, dan lagi –lagi pusing yang kurasakan dan akhirnya saya pejamkan mata, ibu saya tanya kepada saya bahwa saya kecelakaan dan saya hanya menganggukkan kepala,
            Setelalah perawatan selesai dengan tangan luka karena tergores aspal dan kaki saya di gips pake kayu nyampe paha dan saya masih merasakan bahwa dari telinga saya masih mengeluatkan darah, dengan infus yang merobek jaringan kulitku menusuk urat nadiku, dan dengan tabung oksigen yang masih setia menjadi alat bantu pernapasanku. Dan kini ku dibawa ke bangsal pasien dan disinal untuk pertam kalinya saya menjadi pasien dan kebetulan saya dirawat di kelas II dan itu artinya 1 ruangan terdapat dua pasien, yaitu saya dan sebelah saya yang seorang kakek yang sedang sakaratotul  maut. Pemandangan yang tidak mengenakkan tentunya kerena dan sekaligus sedikit mampu untuk hatiku menguvap syukut atas nikmat dan karunia Allah karena dalam musibah kecelekaan ini saya masih diberikan kesempatan untuk menghirup jatah oksigen di dunia dan yang paling penting adalah untuk mem
- See more at: http://seperciktinta.blogspot.com/2013/02/kronologi-kecelakaanku.html#sthash.qLMGdqiA.dpuf
Pada hari dimana saya memulai aktifitas setelah libur panjang yang mengenakkan, ditambah masa Praktek kerja lapangan saya yang telah usai, mengingat saya pada waktu itu adalah dalam masa membuat laporan Praktek Kerja Lapangan. Seuasai mengambil beberapa data yang dibutuhkan saya kembali dari Lokasi PKL sekitar pukul 04.00, dan saya dan Dosen Pembimbing saya sudah janjian untuk pengajuan judul terhadap Laporan saya adalah sebelum jam 05.-00. Memang sangat mepet sekali waktu dan kallo orang jawa bilang pada waktu itu saya memang agak tergesa-gesa, singkat cerita ketika saya sampai rumah,langsung mandi dan rutinitas yang tak bisa saya tinggalkan adalah memberi makan ayam ternak saya yang baru berumur sebulan. Setelah memasukan berkas=berkas ke dalam tas, tak lupa saya semprotkan parfu pada baju kotak-kotakku dan kini siap untuk bimbingan untuk pertama kalinya yaitu pengajuan judul.
            Motor telah siap kawan, dan saya geber dengan tergesa-gesa dan akhirnya jarak 10 meter .....
(*%$$#&()&&*^%%$#$T(TT()Y)%$$@@)_)))))))))))))))))^^^^^^^^^^^^.............)
Saya tidak mengingat apa-apa lagi, terakhir yang saya rasakan adalah susah banget bernafas, dengan bantuan tabung oksigen di hidungngku, badanku terasa habis digebuki preman pemirsa, sakit, sakit banget terutama bagian pinggang, kepala pusing 1001 keliling kali ya kalo dihitung (kurang kerjaan amat ngitung kelieling ) , karena terasa tidak enak, terasa tidak nyaman saya pejamkan mata lagi dan berharap ini adalah mimpi buruk yang  akan segera terselesaiakan,
            Setelah sekian lama saya coba untuk memejamkan mata, lama kelamaan indra pendengaran saya normal kembali dan saya mendengar dengan samar samar mengintrograsi saya, menyakan alamat, nama, dan juga usia, karena saya masing pusing saya pun menjawab dengan tidak suka, setelah sekian lama akhirnya saya kini telah mulai membuka mata, dan inilah pertama kalinya saya sadari kawan bahwa saya sekarang tidaklah sedang mimpi, sekarang saya adalah dalam dunia nyata, dan ingatakanku berangsur angsur normal tapi saya tidak bisa mengingat kejadian pada hari itu,
            Yah ini adalah pertaama kalinya saya merasakan oksigen berbayar, perta
A kalinya tubuh saya dimasuki cairan yang menjijikkan bagi saya, yaitu infus, untuk pertama kalinya saya terbaring dirumah sakit, dan perlahan saya liat sekeliling saya, udah ramai orang orang lalu lalang, dan orang yang merawatku kebetulan adalah kakak angkatankuliah saya, dan karena kebingungan saya, saya bertanya saya kenapa, ada dimana, dan dengan wajah santai mba... bilang kalo saya kecelkaan, di bulak tunggoro, jalan kemiri-kutoarjo km 3. Saya pada waktu itu berusaha untuk mengingat apa yang sedang terjadi tapi apalah daya kawan, seakan memori saya dihapus oleh yang maha kuasa. Pada waktu itu saya mendengar sayup-sayup suara adzan isya dan itu sangat membantu saya untuk sedikit lebih rileks dan yang kurasakan pada waktu itu adalah seperti bangun tidur tak banyak yang aku ingat.
            Setelah sekian lama saya ingin tahu orang-orang yang berada di sekeliling saya, yah kutolehkan mata sayuku kekanan dan disana sudah berdiri seorang perempuan setengah 40 tahun dengan baju coklat, ya itu ada ibu saya kawan, kupandanginya perlahan dan aku menemukan uraian air mata yang mungkin tak bisa beliau bendung, dan lagi –lagi pusing yang kurasakan dan akhirnya saya pejamkan mata, ibu saya tanya kepada saya bahwa saya kecelakaan dan saya hanya menganggukkan kepala,
            Setelalah perawatan selesai dengan tangan luka karena tergores aspal dan kaki saya di gips pake kayu nyampe paha dan saya masih merasakan bahwa dari telinga saya masih mengeluatkan darah, dengan infus yang merobek jaringan kulitku menusuk urat nadiku, dan dengan tabung oksigen yang masih setia menjadi alat bantu pernapasanku. Dan kini ku dibawa ke bangsal pasien dan disinal untuk pertam kalinya saya menjadi pasien dan kebetulan saya dirawat di kelas II dan itu artinya 1 ruangan terdapat dua pasien, yaitu saya dan sebelah saya yang seorang kakek yang sedang sakaratotul  maut. Pemandangan yang tidak mengenakkan tentunya kerena dan sekaligus sedikit mampu untuk hatiku menguvap syukut atas nikmat dan karunia Allah karena dalam musibah kecelekaan ini saya masih diberikan kesempatan untuk menghirup jatah oksigen di dunia dan yang paling penting adalah untuk mem
- See more at: http://seperciktinta.blogspot.com/2013/02/kronologi-kecelakaanku.html#sthash.qLMGdqiA.dpuf